atribut wisata alam

Menurut Gitosudarmo (1999) atribut dominan yang menjadi pertimbangan konsumen yaitu, posisi persepsi produk, jumlah penjualan dalam pangsa pasar dan kedudukan produk.

Menurut Fandeli (2000), permasalahan yang paling pokok dalam hutan wisata atau wisata alam pada umumnya adalah menjaga kelestarian hutan sebagai landasan arahan produk (product driven), tanpa mengesampingkan kelestarian usaha yang mengacu pada arahan pasar (market driven). Konsep ini penting sebagai sarana menciptakan loyalitas konsumen yang terbentuk berdasarkan pemenuhan kebutuhan secara individu dari wisatawan. Hal ini didasarkan pada penilaian persepsi wisatawan yang mempunyai nilai kebenaran relatif. Kebenaran relatif ini muncul dikarenakan wisatawan menggunakan persepsinya masing-masing dalam menilai keadaan daerah tujuan wisata dan jasa yang diterimanya.

Menurut Gunawan (2004), terdapat sembilan atribut produk daerah tujuan wisata alam, yaitu fasilitas, binatang, tumbuhan, ekonomis, makanan, mendidik, estetika, permainan dan kebugaran. Kesembilan atribut produk daerah tujuan wisata alam tersebut terbagi dalam tiga komponen prinsip tersebut meliputi kekhasan, ciri utama dan nilai tambah.

Komponen prinsip daerah tujuan wisata yang pertama adalah komponen kekhasan yang berupa daya tarik daerah tujuan wisata karena merupakan atribut produk utama yang menjadi pertimbangan pemilihan daerah tujuan wisata. Komponen prinsip ini meliputi :

- ekonomis

- kebugaran yang didapat

- makanan khas yang enak

- keindahan panorama

- permainan yang disajikan.

Komponen prinsip daerah tujuan wisata yang kedua ialah komponen ciri utama dari daerah tujuan wisata meliputi:

- tumbuhan

- binatang

- pendidikan

Komponen prinsip daerah tujuan wisata yang ketiga berupa komponen nilai tambah daerah tujuan wisata. Komponen nilai tambah ini berupa fasilitas yang diberikan pengelolanya meliputi jasa maupun bentuk fisik, seperti: jalan, tempat parkir, gardu pandang, penginapan, rumah makan, pelayanan informasi, keamanan dan keselamatan selama berwisata.

Daftar Pustaka

Fandeli, C., 2000. Perencanaan Kepariwisataan Alam. dalam Chafid Fandeli dan Muklison (editor). Pengusahaan Ekowisata. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Gitosudarmo, I., 1999. Manajemen Operasi. BPFE. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Gunawan, Andri, 2004. Studi Pemetaan-Persepsi Daerah Tujuan Wisata Di Yogyakarta Dengan Metode Biplot. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.